Cintailah Dunia dalam Hal Berikut Ini

Sumber foto: pinterest

Syaikh Kholil Ar-Rasyid pernah berada satu majelis dengan Rasulullah dan para sahabat, kemudian berkata kepada para sahabat “Ceritakan kepadaku tiga perkara yang kalian cintai dari dunia ini.” Memang pertanyaan ini tidak berlaku kepada Rasulullah karena tidak ada apaun di dunia selain untuk Allah SWT, dari kekuatan, tempat berpijak, dan pakaian semuanya hanya untuk Allah SWT semata.

Menanggapi pertanyaan dari Rasululloh tersebut, Khalifah Abu Bakkar As-Shiddiq berkata, “Engkau memang benar ya Rasulallah, aku cinta melihat wajah Rasulullah, menginfakan hartaku kepada Rasulullah, dan bilamana lahirlah anak-anakku dari keturunan Rosulullah.”

Kemudian Umar Ibn Khattab berkata, “Kamu memang benar Abu Bakar, aku cinta melakukan amar ma’ruf nahi munkar, dan meraih pahala dari Sang Khaliq (Allah SWT).

Kemudian Utsman berkata, “Wahai Umar, aku cinta memberi makan kepada orang-orang yang kelaparan, memberi pakaian pada orang yang telanjang, dan membaca Al-Quran.” Dan diriwayatkan juga bahwasannya Sayyidina Utsman selalu menghatamkan Al-Quran dengan dua rakaat dalam salat di malam hari.

Kemudian Ali Berkata, “Kamu memang benar wahai Utsman, aku juga cinta menyambut tamu, puasa di tengah teriknya panas pada siang hari, dan mengayunkan pedang.”

Tak lama kemudian datanglah malikat jibril dan berkata kepada Rasulullah, “Allah memerintahkanku untuk datang kesini agar engkau bertanya kepadaku apa yang aku cintai jika aku menjadi penduduk dunia dan apa perbuatan hamba-Nya yang Ia cintai.” Rasulullah menjawab malikat jibril dengan bertanya, “Apa yang kamu cintai jika kamu menjadi penduduk dunia?”

Malaikat jibril menjawab, “Membimbing orang yang tersesat (Dhalin) kepada jalan kebenaran (Sirath Al-Mustaqim), memberikan bantuan kepada orang-orang yang taat kepada Allah SWT. atau orang orang yang takut kepada Allah SWT. untuk berbuat maksiat, dan memberikan pertolongan kepada orang fakir miskin yang sedang kesulitan.

Kemudian Jibril berkata lagi, “Allah SWT menyukai hambanya yang melakukan pengorbanan semampunya atau memberi dengan semampunya atas niat hanya untuk Allah semata, menangis atau bersedih setelah melakukan kemaksiatan, dan bersabar atas kekurangan yang telah diberikan oleh Allah SWT. walaupun dalam keadaan yang sangat membutuhkan.”

Dari percakapan para sahabat di atas kita sudah menyimpulkan bahwasannya yang namanya cinta dunia tidak terbatas pada harta dan pikiran saja namun banyak hal-hal positif yang bermanfaat dan menyenangkan yang bisa kita lakukan sebagaimana maqalah dari kitab Nashaih Al-Ibad.

Diceritakan dari sebagian ahli hukum, “Barangsiapa yang hanya berpegangan dengan akalnya saja maka sesungguhnya dia itu tersesat dan barang siapa merasa kaya dengan hartanya atau tamak maka sesungguhnya hal tersebut adalah sedikit.”

Maksud dari maqalah di atas adalah barangsiapa yang hanya bergantung pada akalnya saja dalam menetapkan sesuatu tanpa berpegangan pada Allah SWT. maka sesungguhnya dia akan tersesat dan tidak akan pernah sampai pada kebenaran, dan barangsiapa yang merasa kaya dengan hartanya atau tamak maka sesungguhnya tidak ada untuknya sebuah kecukupan karena dia akan selalu merasa kurang dan kurang atas semua harta yang ia miliki.

Oleh: Irsyadul Ibad

Komentar

Postingan Populer